Gong Xi..Gong Xi

kids.jpgKemarin tepatnya tanggal 7 Februari 2008, saya dan keluarga merayakan Tahun Baru Imlek atau yang biasa kami sebut dengan “sin cia”.. Kesibukkan di rumah sudah dimulai dari pagi hari.. Mulai dari menyiapkan makanan, sampai ke soal pakaian..
Seperti biasa, dihari besar kami ini, biasanya kami pergi ke rumah orang- orang terdekat kami, untuk bersilahturahmi dan mendapatkan angpao dari orang yang sudah menikah. Bagi orang yang belum menikah pun boleh saja, tapi tidak di perbolehkan menggunakan angpao berwarna merah, kata orang dulu, bisa berat jodoh.. Percaya ga percaya, ya saya sih ikutin saja.. Lagi pula jarang orang yang belum menikah memberikan angpao..Hehehehe..
Kunjungan pertama ke rumah cici perempuan dari papi saya.. Dilanjutkan ke rumah mamanya teman baik papi saya.. dan terakhir ke rumah oma saya dari mami.. Nah, waktu berkunjung ke rumah oma saya, ada kejadian yang menghebohkan keluarga besar saya.. Salah satu adik sepupu perempuan saya, kehilangan angpaonya.. Menurut ceritanya, ada ia merasa tasnya ada yang membuka, karena tasnya berada di belakangnya, jadi ia belum sempat menangkap basah orang itu.. Menurut saya ini seperti sebuah jebakan..
Saudara saya kehilangan angpao di rumah tetangga sebelah.. Mengapa sampai bisa main ke tetangga sebelah rumah oma saya? Katanya, mau diajak main komputer.. sesampainya di dalam rumah tetangga itu, saudara saya dibilangin kalo tasnya kurang bagus kalau ditaruh didepan, lebih bagus ditaruh belakang, nah karena saudara saya masih kecil, masih polos, maka ia mengikuti perkataan orang itu, dan setelah itu, ia disuruh duduk.. Beberapa saat, terdengar suara “krek” seperti tas yang terbuka.. Ia sadar dan mengambil tasnya yang berada dibelakangnya, setelah ia lihat.. Ternyata hanya 6 angpao tersisa di tasnya dan 7 angpao lenyap.. Namun hal ini tidak ditindak lanjuti karena saudara saya pun tidak menangkap basah bahwa orang itulah yang mengambil.. Jadi kami tak punya bukti nyata.. Cukup meneganggangkan saat berada disana.. Karena semua orang yang ada disitu, terus saja membicarakannya.. Yaa untuk menghibur saudara saya, saya berkata, “Biarlah ini menjadi pelajaran buat kita semua.. dan ikhlasin saja.. Toh sesuatu yang haram nggak mungkin bisa abadi..”. Yaa begitulah sedikit cerita saya seputar perayaan Tahun Baru Imlek di keluarga besar saya.

1 Komentar (+add yours?)

  1. willycar
    Feb 13, 2008 @ 05:04:01

    Gong Xi sih boleh-boleh aja tapi jangan lupa transfer angpaonya yee…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: